Southgate Menganggap Pertandingan Melawan Polandia Itu Sulit

Gareth Southgate dan Timnas Inggris gagal untuk mendapatkan kemenangan saat menghadapi Polandia di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Southgate selaku pelatih dari Timnas Inggris ini mengakui kalau laga ini merupakan laga yang sulit untuk Timnas Inggris.

Pertandingan lanjutan dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Inggris dan Polandia diadakan pada hari Kamis 9 September di markas Polandia. Pertandingan ini langsung bermula dengan sangat ketat, dan kedua tim juga tidak bisa mencetak satupun gol sampai babak pertama selesai.

Dapatkan keuntungan maksimal dengan bertaruh di agen bola terpercaya di sbobetmain. Sbobetmain tidak hanya ada permainan judi bola online, ada banyak permainan lainnya.

Cara daftar sbobet sangat mudah, dan ada banyak bonus-bonus dan promo-promo yang menarik bagi pengguna baru. Seperti promo parlay terbaru hanya di sbobetmain, modal ribuan hadiah jutaan.

Timnas Inggris berhasil menciptakan gol pertama pada pertandingan ini melalui tendangan jarak jauh yang dilepaskan oleh Harry Kane. Gol ini tercipta pada menit ke 72, dan keunggulan ini juga bertahan sampai memasuki injury time babak kedua.

Tetapi, Timnas Inggris memang sedang tidak beruntung karena dua menit di masa injury time, Damian Syzmanski berhasil menyamakan kedudukan. Gawang yang dijaga oleh Jordan Pickford berhasil dibobol melalui sundulannya.

Gol pada menit akhir ini juga sekaligus mematahkan harapan Inggris untuk bisa menang dalam pertandingan ini. Pertandingan antara Timnas Inggris dan Timnas Polandia ini berakhir dengan skor imbang 1-1.

Gareth Southgate memeberikan pendapatnya atas hasil imbang di markas Polandia ini. Dia mengatakan kalau Timnas Inggris memang kesulitan untuk menciptakan peluang karena mereka tertekan oleh tim tuan rumah.

Keresahan Kane

Harry Kane memiliki rasa resah akan masa depannya di Tottenham Hotspur. Tapi, hal ini dapat dipahami karena dia sudah berkontribusi sangat besar untuk tim ini, tapi dia masih belum pernah mendapatkan gelar juara dalam kompetisi apapun.

Harry Kane juga saat ini sudah sangat sering dirumorkan untuk keluar dari Tottenham Hotspur pada musim panas ini. Dia juga sudah dikaitkan dengan beberapa klub seperti Manchester United, Manchester City, Chelsea, Real Madrid, dan juga Barcelona.

Kembangkan keuntungan dengan bertaruh di agen bola terpercaya di sbobetmain. Ada banyak promo-promo bagi penggunga baru yang cara daftar sbobet nya sangat mudah.

Dan tidak hanya judi bola online di sbobetmain ada banyak permainan lainnya yang dapat menguntungkan para pengguna.

Masalah utama yang menyebabkan Harry Kane ingin keluar dari Tottenham Hotspur ini adalah tidak adanya gelar yang bisa mereka dapatkan. Kane juga sudah memberikan sinyal kalau dirinya ingin merasakan menjadi juara pada musim lalu.

Jadi, keinginan Kane untuk keluar dari Hotspur bisa dipahami karena kontribusi yang diberikan Harry Kane untuk Hotspur sudah sangat besar, tapi prestasi tertinggi yang bisa didapatkan tim ini hanya sebatas runner-up Liga Champions.

Dari 336 pertandingan yang sudah dilakoni Harry Kane bersama Hotspur, dua sudah berhasil mencatatkan 221 gol dan 47 assist. Dia terus memberikan performa baik yang konsisten dari musim ke musim.

Pada musim 2020/2021 yang baru saja berlalu, Harry Kane berhasil mencatatkan 33 gol dan 17 assist dalam 49 pertandingannya bersama Hotspur di seluruh kompetisi. Jadi, dia sudah berkontribusi dalam 50 gol untuk Tottenham Hotspur dalam musim tersebut.

Harry Kane Mau Pergi Dari Hotspur Jika Gagal Masuk Empat Besar

Jika Tottenham Hotspur ingin mempertahankan Harry Kane di klubnya, mereka harus bisa berada di empat besar setidaknya.

Dan sejauh ini Tottenham Hotspur masih kesusahan untuk berada di zona Liga Champions, karena mereka saat ini berada di posisi ketujuh dengan 49 poin dari 30 laga, dan tertinggal lima poin dari Chelsea yang berada di peringkat keempat.

Tidak ingin ketinggalan kesempatan untuk untung besar?

Mari bertaruh di agen bola terpercaya ada banyak bonus dan promo untuk para pengguna baru yang cara daftar sbobetnya sangat mudah.

Musim ini hanya tersisa delapan pertandingan lagi, dan performa Tottenham setelah pergantian tahun terus menurun.

Jika saja Tottenham Hotspur gagal mendapatkan tiket Liga Champions, mereka akan sangat kehilangan asset yang sangat berharga bagi timnya.

Dengan usianya yang sudah 28 tahun, Kane ingin mendapatkan trofi bergengsi setidaknya satu di dalam kariernya, dan dia meminta Hotspur menjualnya jika saja Hotspur gagal mengamankan posisi empat besar di klasemen Liga Inggris.

Karena hal ini lah Kane ingin mencari klub yang bisa mewujudkan impiannya. Hotspur berpeluang memenangkan mendapatkan Piala Liga Inggris jika saja mereka bisa mengalahkan Manchester City di akhir bulan ini.

Harry Kane Terlihat Bahagia di Hotspur, Tapi Aslinya Bagaimana?

Harry Kane masih belum bisa memenangkan satupun trofi klub, padahal dia sekarang berada pada usia emasnya.

Dia pun sering disarankan untuk bergabung dengan tim lain yang lebih baik dari Tottenham Hotspur.

Bertaruh di agen bola terpercaya, dan berhasil menangkan banyak keuntungan dengan permainan yang banyak, bukan hanya judi bola online.

Dengan cara daftar sbobet yang mudah, para pengguna baru bisa mendapatkan bonus-bonus dan promo-promo yang menarik.

Harry Kane bergabung dengan Hotspur sejak musim 2009/2010, tetapi dengan waktu selam itu dia masih belum mendapatkan satu gelar bersama klub ini.

Selama lebih dari satu dekade bersama Tottenham, prestasi terbaik Kane dengan tim ini adalah menjadi runner-up pada Liga Champions pada musim 2018/2019 dan runner-up Liga Inggris pada musim 2014/2015.

Dia juga sudah menciptakan 215 gol dari 327 pertandingan yang sudah ia lewati. Mantan bek tim nasional Inggris, Ashley Cole, yakin kalau Kane sebenarnya gelisah karena masih belum pernah juara.

“Setiap kali saya mendengarnya bicara atau melihatnya di TV, dan dia membahas situasi soal kontraknya, dia terlihat bahagia. Tapi di balik itu, saya tahu dia ingin menang juga,” ungkap Cole, yang pernah memperkuat dua klub rival sekota Tottenham: Arsenal dan Chelsea.

“Kebanyakan pemain ingin menang, mereka ingin bertarung untuk trofi-trofi, mereka ingin menutup karier dengan sebanyak mungkin laga top, partai-partai besar, pencapaian penting. Akankah dia melakukannya di Tottenham? Rasanya tidak.”